Minggu, 23 Desember 2018

Pengaruh Positf Sarana Olahraga Desa

Sarana Olahraga desa hendaknya dibangun secraa optimal untuk menunjang segala macam kegiatan positif warga desa. Pembangunan arana olahraga yang tepat juga dapat meningkatkan kegiatan positif warga desa. Banyak dari warga desa kecil di pelosok Indonesia yang sulit dijangkau oleh pembangunan sarana olahraga yang baik.
Sarana Olahraga
Sarana Olahraga

Sehingga banyak dari warga desa tidak dapat menyalurkan hasrat positifnya kepada hal terkait olahraga. Untuk itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi beromitmen untuk memperhatikan dan mengembangkan desa melalui program pembangunan saranan olahraga di desa. Program ini memiliki tujuan untuk dapat meyalurkan berbagai kegiatan positif warga desa terutama untuk anak - anak dan juga anak muda agar tidak terjerumus kepada hal yang negatif.

Adapun alokasi dana untuk setiap desa adalah sebesar 185 juta rupiah untuk lapangan sepak bola, sebesar 100 juta untuk lapangan bulu tangkis atau badminton, dan sebesar 170 juta untuk alokasi lapangan futsal, serta sebanyak 100 juta untuk pembuatan lapangan voli dan sebanyak 145 juta untuk sarana lapangan panjat dinding.

Pendamping Desa Ditambah Karena Kurang Ideal

Peran Pendamping Desa sangatlah penting baagi mobilitas desa. Pendamping desa memiliki berbagai peran penting seperti sebagai penghubung antara pemerintah dan juga mayarakat, sebagai penguatan organisasi warga, fasilitator musyawarah desa, fasilitator pembangunan pastisipatif, sebagai perajut jejaraing dan kerjasama desa, dan membangun solidaritas sosial atas terjadinya bencana alam.
Pendamping Desa
Pendamping Desa

Namun, sayangnya, jumlah pendamping desa saat ini dinilai kurang optimal karena dari segi jumlah saja satu orang pendamping desa harus dapat berperan sebagai pendamping desa untuk 4 desa. Pemerintah memandang, dengan peran yang begitu besar dan penting bagi desa, jumlah pendamping desa harus dimaksimalkan. Dikarenakan dengan jumlah desa sebanyak 74.957 maka pendamping desa harus dapat mendamingi 4 desa.

Untuk itu, Pemerintah terus berupaya untuk dapat merekrut pendamping desa yang baru. Selain itu, untuk pendamping desa yang telah terpilih nantinya akan ditingkatkan kapasitasnya terkait pendamping desa agar kinerja pendamping desa jadi lebih optimal. Pengoptimalan jumlah pendamping desa ini diharapkan dapat membantu pemerintah untuk memajukan desa dan meningkatkan kualitas desa - desa di Indonesia agar dapat berdikari dan memiliki kemandirian ekonomi.

Produk KIC Katadata Insight Center

Katadata Insight Center (KIC) percaya bahwa Melakukan bisnis di negara berkembang mungkin memerlukan perhatian khusus Anda dalam memahami efek pada kondisi ekonomi saat ini untuk bisnis Anda. Katadata Insight Center juga memahami Apakah Anda seorang pemain baru di industri baru atau di tengah perencanaan ekspansi bisnis Anda, Anda perlu mengidentifikasi patokan industri yang dapat membantu Anda menemukan entri tepat ke pasar.
KIC Katadata Insight Center
KIC Katadata Insight Center

Insight Center atau KIC Katadata Insight Center akan membantu anda dari mengidentifikasi peluang pasar yang tepat untuk bisnis Anda, mengelola risiko Anda dari dampak peraturan dan / atau ekonomi, atau menganalisis apa yang dilakukan pesaing Anda. Daripada hanya harus menebak, kami di sini untuk membantu Anda memahami kondisi ekonomi saat ini, ditingkatkan dengan wawasan kami tentang bagaimana tren politik dapat mempengaruhi perubahan peraturan yang dapat mengukur pendapatan bisnis Anda, keuntungan, atau mungkin peluang Anda berikutnya. Kami memberikan Anda laporan analisis mendalam dengan penekanan khusus sebagai solusi total Anda dalam meminimalkan gangguan terhadap bisnis Anda.

Dalam dunia yang berubah dengan cepat ini, kami memahami pentingnya untuk membuat Anda diperbarui tentang masalah saat ini, untuk mempertahankan keunggulan kompetitif Anda. Spesialisasi kami dalam merangkul informasi, khususnya dalam bisnis, ekonomi, energi pasar dan politik, tersedia di ujung jari Anda melalui https://kic.katadata.co.id/.

Databoks BPS: mesin penambangan dominasi impor Papua

Data Ekonomi Indonesia menyebutkan Defisit Neraca dagang Indonesia semakin meninggi. Tingginya defisit neraca dagang Indonesia disebabkan faktor ketidakpastian global akibat perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Perang dagang tersebut memeunculkan banyak kebijakan untuk pembatasan impor dari kedua negara tersebut. Akibatnya, Indonesia kebagian getahnya karena Tiongkok dan Amerika Menjadi negara dengan nilai ekspor terbesar bagi Indonesia. Dilansir dari Databoks, Upaya pemerintah untuk menekan defisit neraca dagang adalah dengan cara menerapkan kebijakan B20 yakni mencampur CPO kedalam Bahan Bakar Jenis Solar untuk menekan impor migas, dan lain sebagainya.
Databoks
Databoks

Namun, sayangnya kebijakan tersebut belum mampu menekan angka defisit neraca dagang Indonesia. Hal ini disebabkan karena komoditas ekspor Indonesia belum dapat terserap maksimal akibat perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Lalu, komoditas impor apa saja yang masuk ke Indonesia ? produk Mesin dan Pesawat mekanik tetap menjadi komoditas impor yang paling utama masuk ke Indonesia. Dilansir dari Data Bisnis via BPS (badan pusat statistik) menyebutkan bahwa nilai Impor golongan barang mesin dan pesawat mekanik pada periode bulan Januari sampai dengan November 2019 telah mencapai 24,72 miliar dolar Amerika Serikat.

Banyaknya jumlah tersebut dinilai naik sebesar 25,89% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu yakni bulan Januari sampai November 2017 (YoY). Berdasarkan https://databoks.katadata.co.id/, Kontribusi nilai impor komoditas mesin dan danpesawat mekanik dalam periode 11 bulan pertama tahun 2018 ini telah emncapai angka sebesar 17% dari keseluruhan nilai impor non migas yang bernilai sebesar 145,5 miliar dolar amerika serikat. Hal ini menjadikan impor untuk golongan mesin dan pesawat mekanik yang terbesar jika dibandingkan dengan impor golongan barang yang lain yakni mesin/peralatan listrik dan baja.

Pemerintah Siapkan Kebijakan Diversifikasi Ekspor

Kondisi perekonomian dunia mengalami gejolak yang tidak wajar. Dilansir dari Katadata, Ketidakpastian global terus menghantui langkah kebijakan ekonomi sejumlah negara yang terdampak. Ketidakpastian perekonomian dunia juga salah satunya disebabkan oleh perang dagang antara Tiongkok dan juga Amerika Serikat. Perang dagang itu melahirkan sejumlah kebijakan pembatasan impor dari kedua negara pusat ekonomi dunia tersebut.
Katadata
Katadata

Akibatnya, Berita Terkini perekonomian dalam negeri mengalami kesulitan dalam mengekspor dan menyerap produksi sejumlah komoditas nasional. Pemerintah Indonesia mengupayakan sejumlah kebijakan mulai dari penyerapan komoditas ekspor seperti karet dan CPO untuk difungsikan di dalam negeri. Perang dagang sempat terhenti semenjak awal bulan Desember yang lalu ketika pertemuan di Argentina yang rencananya gencatan senjata tersebut berlaku sampai 3 bulan mendatang.

Akan tetapi gencatan senjata ekonomi dikeruhkan oleh Amerika Serikat yang menyuruh Kanada untuk menahan pimpinan perusahaan teknologi asal Tiongkok yang berada disana dan memperburuk Berita Ekonomi dunia. Sontak hal ini direspon oleh Tiongkok dan dapat mengancam invetasi Amerika Serikat yang berada di Tiongkok. Kembali ke dalam negeri, seiring dengan melemahnya permintaan ekspor, Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk diversifikasi pasar ekspornya. Pemerintah diketahui sedang merumuskan sejumlah kebijakan baru guna menggenjot nilai ekspor tanah air. Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan bahwa pemerintah berencana untuk merilis suatu kebijakan baru yang terkait dengan perdagangan pada awal tahun 2019 mendatang. Kebijakan baru tersebut disebut sebagai upaya dalam mendorong nilai ekspor yang cukup membawa kabar baik bagi Berita Bisnis tanah air.

Selasa, 11 Desember 2018

Perkembangan Pertumbuhan Kredit

Pertumbuhan Kredit yang dialami oleh Bank BRI terus mengalami pertumbuhan yang sangat positif. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merasa optimis akan menutup periode tahun buku 2018 dengan tumbuhnya surplus atau laba bersih hingga mencapai dua digit.
Pertumbuhan Kredit
Pertumbuhan Kredit

Melimpahnya keuntungan yang diraih oleh Bank BRI adalah dikarenakan penyaluran kredit yang diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 14% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (YoY). Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan Bank BRI ini menerangkan bahwa pertumbuhan kredit sampai akhir tahun yang tersisa satu bulan ini diperkirakan mencapai 14% dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Hingga pada sampai kuartal ke III tahun 2018, Bank BRI telah mendapatkan laba bersih hingga mencapai angka 23,5 triliun rupiah yang tentunya telah tumbuh sebesar 14,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai sebesar 20,5 triliun rupiah. Pencapaian luar biasa yang diraih oleh Bank BRI ini dipicu oleh tumbuhnya kredit yang mencapai 16,5% yakni menjadi sebesar 808,9 triliun rupiah.

Dibalik Ketatnya Likuiditas Bank

Likuiditas Bank dikabarkan mengalami pengetatan seiring dengan berakhirnya masa repatriasi sebesar 138 triliun rupiah. Holding period atau masa tahan dana repatriasi untuk program tax amnesty (pengampunan pajak) akan berkahir pada tahun 2019 yang akan datang. Setalah selesainya masa tahan / holding period berakhir, maka nantinya akan ada resiko dana ditransfer kembali pada bank luar negeri.
Likuiditas Bank
Likuiditas Bank

Ujungnya akan menambah resiko pengetatan pada likuiditas perbankan domestik di Indonesia. Wisnu Wardhana, Ekonom Bank Danamon menyatakan bahwa pertangahan tahun 2019, periode lock u dana repatriasi telah habis maka akan ada banyak sekali tantangan terkait likuiditas bank.

Wisnu Wardhana juga mengatakan bahwa Bank Indonesia dan Otoritas jasa keuangan pernah menyampaikan informasi yang menyebutkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan suatu instrumen penempatan alternatif agar dapat mempertahankan dana repratiasi untuk tetap berada di dalam negeri. Penggunaan instrumen penempatan yang dimaksud nantinya juga akan dibarengi dengan insentif yang diberikan. Lebih dari itu, bukan hanya insentif saja yang diperlukan melainkan imbal hasil yang tentunya lebih menarik.